Budaya sebagai inspirasi industri kreatif

Bollywood - Industri Kreatif BudayaSiapa yang tidak kenal istilah Bollywood? Kualitas sebagian film Bollywood tidak dengan kualitas film besutan Hollywood. Lalu, apa yang membuat Bollywood tampil berbeda dengan Hollywood? Apakah karena adanya musik aduhai yang selalu mengiringi setiap filmnya. Apakah karena ciri khasnya yang selalu menampilkan pusar pemain perempuannya? Apakah karena ada Shahrukh khan dan Amitabachan?

Jawabannya adalah budaya. Jika Hollywood menawarkan film dengan begitu banyak macam budaya, maka Bollywood selalu konsisten menawarkan film bernuansa budaya India yang sangat kental. Lalu bagaimana mungkin industri film lokal Bollywood bisa mendunia? Jawabannya adalah karena Bollywood dicintai oleh masyarakatnya sendiri. Terbukti bahwa kultur warisan budaya lokal tidak hanya dapat menjadi barrier di era modern saat ini, melainkan juga bisa berpotensi menjadi industri kreatif yang cukup menjanjikan.

Memang, pelestarian budaya sepenuhnya berada di tangan masyarakat itu sendiri. Jika masyarakat mencintai budaya mereka sendiri, maka budaya tersebut akan dapat bertahan meski diterjang oleh ombak modernisasi yang semakin kuat. Pertanyaannya, apakah kalian sudah mencintai budaya Indonesia, termasuk produk dalam negeri juga? Jangan salah ya, jika Honda bisa merajai penjualan kendaraan bermotor di Indonesia, Honda ternyata tidak bisa menjadi nomor 1 di India. Semua karena kecintaan penduduknya terhadap karya negerinya.

Contoh lainnya adalah Jepang. Jepang termasuk negara yang ngotot dalam melestarikan budayanya, termasuk bahasa Jepang, meski Jepang merupakan negara yang sangat modern di Asia. Selain itu, industri kreatif di Jepang berhasil mendunia melalui manga dan anime. Siapa yang tidak kenal Naruto, Doraemon, Shinchan, Gundam, Kamen Rider, Pokemon, Digimon, dan segudang karya kreatif lainnya. Setiap hari bermunculan anime dan manga baru seakan tak ada habisnya.

Nah, lalu apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus meniru Bollywood dengan memproduksi film musikal ala Roma Irama jaman dulu. Ataukah kita harus ikut-ikutan bikin komik ala manga style supaya laku di pasaran? Ah, tidak harus selalu begitu…

Ingat teman-teman, negara kita adalah negara yang sangat kaya akan budaya khas Indonesa, terbentang dari Sabang hingga Merauke. Tinggal bagaimana kreatifitas kita mengemas budaya kita sendiri supaya tampil menarik di era modern ini.

Kita harus paham bahwa arus budaya luar dengan mudahnya berasimilasi dengan budaya lokal Indonesia dan secara konsisten menggerus kebiasaan generasi muda Indonesia. Oleh karena itu, kita harus mulai menghadirkan kembali spirit budaya lokal dalam jiwa generasi muda saat ini. Mulailah dari diri sendiri dengan menggugah kemauan diri sendiri untuk lebih mengenal budaya Indonesia.

Pertanyaan sederhana, lebih asik mana, memainkan piano atau angklung. Lebih enak mana, sepotong french fries atau regginang? Lebih menarik mana, nonton wayang atau film Hollywood?

Catatan: Tulisan ini merupakan sisa oleh-oleh dari Pekan Produk Budaya Indonesia 2008 minggu lalu.

Ditulis oleh Agus MU pada 12 June 2008
Kategori: Dunia Budaya, Dunia Ekonomi, Dunia Industri
Tags: , , , , , ,

5 Komentar untuk “Budaya sebagai inspirasi industri kreatif”

  1. Harry
    # 1

    betul mas, kita harus mulai melestarikan budaya Indonesia.

    bosen juga klo liat TeVe isinya pas tontonan mistik doank. emang budaya Indonesia yang bisa dijual itu yang berbau klenik dan hantu2 gitu ajah!

    ngamuk


  2. Quartet Card - Beauty of Indonesia versi Departemen Budaya dan Pariwisata Indonesia | DuniaAnda.com
    # 2

    [...] dalam upaya menumbuhkan industri kreatif di Indonesia. Kartu kuartet ini bisa juga digunakan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Indonesia sendiri maupun wisatawan luar [...]


  3. Ndoro Mas
    # 3

    Setuja (kata Thukul..)….eh setuju, sebenarnya dah ada contoh di negri kita sendiri…, BALI misalnya, masyarakat BALI sangat2 taat dan mencintai budayanya….nyatanya emang bener kan nama BALI lebih populer di dunia ketimbang INDONESIA, tapi saat ini keduanya sudah sama2 dikenal di dunia, BALI masih cukup dikenal karena budaya dan keindahan alamnya, sementara Indonesia dikenal dengan Anarkisnya soalnya memang Indonesia sangat2 mencintai budaya anarkis itu, maaf Indonesia…kenyataannya masyarakatmu memang seperti itu…!!


  4. agung
    # 4

    Setuju sekali mas..boleh ngobrol gak? go PM ato YM gitu? email saya pangaribowo_as@yahoo.co.id saya tunggu kbrnya ya mas.. trims. salam , Agung


  5. robi
    # 5

    wow ……………
    ya bnr bgttu kita harusx wajib mengikuti gaya bollywood dan jepang………..
    karena budaya merupan suatu identitas suatu negara……..
    contoh bollywood………….
    dengan perpaduan gaya barat dan india……….. menghasilkan suatu film yang sangat luar biasa………………
    dan berhasil mendunia dan populer dinegara barat……….
    jepang dengan animex berhasil menjadi negara dg pembuat anime yang luar biasa…………….
    satu hal yang penting utk indonesia kalo mau buat film ga ush pakai gaya barat….
    bknx jd bgs mlh jd jlk……..
    secara gt neraga lain lbh sk mlht film dg kebudayaan asli ktbg jiplakan
    padahal indonesia sangat ky akan budaya bahkan terkaya didunia budayax……….
    so!!!!!!!!!!!!!!!1………..kenapa ga memulai membuat film dg budaya sendiri…………….
    contohx opera jawa dg budaya sendiri bnerhasil masuk di ajang festival toronto………….
    trs film2 ga barat mlh ga laku!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Tulis Komentar Anda






wow tolong dingin sakit ngupil ngudut ngayal ketawa ngakak nangis naksir muntah cool nyerah mentok marah ngamuk malu mabok keren kenyang kagum hiks hi capek bosen bobo begadang ampun argh

XHTML: Kamu bisa menggunakan tag berikut ini di dalam komentar:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>