Setelah ngomong ngalor ngidul tentang knowledge economy, saatnya kita melirik berbagai project yang sudah dilakukan oleh British Council dalam pengembangan knowledge economy di Indonesia. Tahun ini British Council Indonesia merayakan ulang tahunnya yang ke-60. Jadi silahkan beri kritik dan saran yang membangun setelah kalian membaca ulasan di bawah ini.
Beberapa project British Council Indonesia yang berkaitan dengan knowledge economy adalah sebagai berikut:
Pada artikel sebelumnya, kita sudah mengetahui bahwa Chevening merupakan salah satu lembaga pemberi beasiswa dari Inggris. Program ini dibiayai oleh Foreign and Commonwealth Office (FCO) dan administrasinya dipegang oleh British Council, memberikan beasiswa ke lebih dari 2.300 international students setiap tahunnya untuk belajar di Inggris (UK). Sudah lebih dari 1.000 orang Indonesia yang menjadi penerima beasiswa British Chevening Awards sejak program ini dimulai tahun 1984.

Baca selengkapnya »
Saya baru tahu kalau selain sibuk mengadakan berbagai event kebudayaan, Departemen Budaya dan Pariwisata Indonesia juga sangat kreatif dalam mempromosikan Visit Indonesia 2008. Salah satunya adalah dengan mencetak kartu kuartet berjudul “Beauty of Indonesia”. Menarik sekali bukan?!?! Ya gitu donk! Kita semua harus selalu kreatif dalam upaya menumbuhkan industri kreatif di Indonesia. Kartu kuartet ini bisa juga digunakan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Indonesia sendiri maupun wisatawan luar negeri.
Quartet Card - Beauty of Indonesia tersebut berisi 24 kartu yang terbagi dalam 6 kategori. Keenam kategori tersebut adalah Culinary Tourism (Wisata Kuliner), Culture Tourism (Wisata Budaya), Heritage Tourism (Wisata Warisan Leluhur), Marine Tourism (Wisata Bahari), Nature Tourism (Wisata Alam), dan Shopping Tourism (Wisata Belanja). Kita bisa melihat produk pariwisata unggulan di Indonesia untuk tiap kategori. Jadi pengen ketawa sendiri waktu ngelihat produk Culinary Tourism. Apa aja? Ternyata oh ternyata…
Nasi Padang, bener-bener dech, warung dan padang tuch menyebar dari Sabang sampai Merauke!
Sate Madura, te sate rek…!!! Minum apapun, makannya tetap sate madura! He3x…
Nasi Gudeg, penampilannya sich sederhana, tapi rasanya luar biasa!!! Udah pernah nyoba?
Ah, ndak usah terlalu banyak omong dech, nikmati saja hasil scan kartu kuartet Beauty of Indonesia tersebut.
-
- Beauty Of Indonesia - Quartet Card
-
- Culinary Tourism - Nasi Gudeg
-
- Culinary Tourism - Padang Foods
-
- Culinary Tourism - Sate Madura
-
- Culinary Tourism - Traditional Foods
-
- Culture Tourism - Golek Putri Dance
Baca selengkapnya »
Siapa yang tidak kenal istilah Bollywood? Kualitas sebagian film Bollywood tidak dengan kualitas film besutan Hollywood. Lalu, apa yang membuat Bollywood tampil berbeda dengan Hollywood? Apakah karena adanya musik aduhai yang selalu mengiringi setiap filmnya. Apakah karena ciri khasnya yang selalu menampilkan pusar pemain perempuannya? Apakah karena ada Shahrukh khan dan Amitabachan?
Jawabannya adalah budaya. Jika Hollywood menawarkan film dengan begitu banyak macam budaya, maka Bollywood selalu konsisten menawarkan film bernuansa budaya India yang sangat kental. Lalu bagaimana mungkin industri film lokal Bollywood bisa mendunia? Jawabannya adalah karena Bollywood dicintai oleh masyarakatnya sendiri. Terbukti bahwa kultur warisan budaya lokal tidak hanya dapat menjadi barrier di era modern saat ini, melainkan juga bisa berpotensi menjadi industri kreatif yang cukup menjanjikan.
Baca selengkapnya »
Pemerintah Inggris mendefinisikan industri kreatif sebagai “industri yang bersumber pada kreativitas, ketrampilan, dan talenta individual yang memiliki potensi untuk menciptakan lapangan kerja dan kemakmuran lewat penciptaan dan eksploitasi dari hak kekayaan intelektual”. Industri kreatif memang memiliki skala dan potensi yang sangat besar untuk ekonomi suatu negara. Berikut ini beberapa contoh studi kasus perkembangan industri kreatif di beberapa negara.
Inggris
Di Inggris, creative industry menyumbangkan sekitar 7.9% dari total GDP Inggris (2000) serta memiliki tigkat pertumbuhan yang tinggi, yaitu 9% (1997-2001), jauh di atas pertumbuhan sektor ekonomi lainnya (rata-rata 2.8%).
Amerika Serikat
John Howkins, dalam sebuah buku “The Creative Economy: How People Make Money from Ideas“, menuliskan bahwa ekonomi kreatif mampu menjadi penyumbang pendapatan negara Amerika Serikat senilai USD 960 juta di tahun 1999. Menurut data Entertainment and Media Outlook: Gaining Momentum yang dirilis PriceWaterhouseCoopers, disinyalir angka ini akan terus membengkak seiring pertumbuhan ekonomi kreatif Amerika sebesar 5,6% setahun.
Cina
Pemerintah Cina membangun 798 Space sebagai bagian dari Creative Industry Zone mereka karena ekonomi yang berbasis kreativitas sangat menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Kota hangzhou di China misalnya membangun Hangzhou Hi-Tech Industry Development Zone pada tahun 1990, yang sekarang menjadi pusat R&D Microsoft. Intel, Nokia Siemens Networks dan Samsung.
Baca selengkapnya »