Ayo Cegah Satwa Punah!

Cegah Satwa PunahCoba deh kita jujur pada diri sendiri. Kalau kita ditanya, berapa sich jumlah jenis satwa yang ada di Indonesia? “Pasti banyak…!” Pernahkan kalian menyangka bahwa Indonesia memiliki sekitar 300.000 jenis satwa atau sekitar 17% satwa di dunia ada di Indonesia, walaupun luas Indonesia hanya 1,3% dari luas daratan dunia. Benar-benar sungguh kaya bangsa kita!

Nah, kalau kita ditanya lagi, berapa sich jumlah jenis satwa yang punah dan terancam punah di Indonesia? “Mungkin banyak…!” Ndak usah mengelak lagi, kenyataan memang banyak sekali satwa yang punah di Indonesia. Bahkan, menurut IUCN (2003), jumlah jenis satwa Indonesia yang terancam punah adalah 147 jenis mamalia, 114 jenis burung, 28 jenis reptil, 91 jenis ikan, dan 28 jenis invertebrata (hewan tak bertulang belakang.) Apa kita tidak merasa malu? Ayo Cegah Satwa Punah sekarang juga!

Cegah Satwa Punah

Baca selengkapnya »

Ditulis oleh Agus MU pada 16 May 2008
6 Komentar
Kategori: Dunia Blog, Dunia Budaya, Dunia Cinta, Dunia Lingkungan, Dunia Pendidikan, Dunia Satwa

Dimensi lebih luas dari Intercultural Dialogue

School Link - Intercultural DiaogueSeperti yang sudah kami tulis sebelumnya, program Intercultural Dialogue bisa dikemas dalam bentuk pertukaran pemuda. Kekurangannya, hanya segelintir orang yang “beruntung” saja yang bisa menikmati program semacam ini. Sebelum terpilih mengikuti pertukaran pemuda, para kandidat harus melalui serangkaian tes terlebih dahulu. Pertanyaannya, apakah Intercultural Dialogue hanya bisa dilakukan dan dinikmati oleh mereka saja? Tentu saja TIDAK!

Intercultural Dialogue itu mempunyai dimensi yang sangat luas, tidak hanya terbatas untuk beberapa orang saja. Banyak cara untuk menjadikan Intercultural Dialogue bisa langsung dirasakan oleh banyak orang. Contoh menarik yang bisa diambil adalah program School Link. School Link merupakan program School(s)-to-School(s) Partnership antara sekolah di Indonesia dan sekolah di UK. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama dalam metode pembelajaran dan pengajaran. Kedua sekolah bisa saling berbagi dan berdiskusi melalui email, video conference, sharing project, dll. Selain itu, kesempatan sekolah untuk saling berbagi pengetahuan tentang tema tertentu menjadi sangat luas.

Baca selengkapnya »

Ditulis oleh Agus MU pada 10 May 2008
Belum ada komentar
Kategori: Dunia Budaya, Dunia Pendidikan
Tags:

Intercultural Dialogue melalui pertukaran pemuda

Intercultural Dialogue melalui pertukaran pemudaPernah ikutan program pertukaran pemuda antarnegara? Asyik donk pastinya bisa jalan-jalan ke luar negeri. Sudah gratis, dapat banyak teman baru pula. Salah satu personel kami (Agus, red) juga pernah menikmati sejuknya kota Kobe Jepang melalui program student exchange antara Kobe University - ITS Surabaya. Waktu itu, Agus berkesempatan berbagi sedikit informasi tentang Tsunami Aceh 2004. Student Exchange tersebut sekaligus untuk memperingati 10 tahun gempa besar yang sempat menghancurkan kota Kobe. Hanya dalam waku 10 tahun Kobe berhasil membangun kotanya kembali, bekas gempa 10 tahun lalu nyaris tak terlihat kecuali di museum. HEBAT!!!

Selain mengikuti beberapa seminar ilmiah, kami juga menyempatkan jalan-jalan menikmati suasana Jepang yang nyaman. Lingkungan yang sangat bersih, penataan kota yang sangat teratur, dan disiplin masyarakatnya yang sangat tinggi. Benar-benar kultur yang masih jarang ditemui di Indonesia. Belum lagi sikap mandiri banyak pemuda Jepang yang kami temui. Meskipun banyak dari mereka yang terlahir kaya, mereka tidak malu bekerja part time menjadi pelayan restoran atau pengantar koran! Dan meskipun hanya berlangsung 2 minggu, kami sangat menikmati kegiatan ini. Di hari terakhir, kami sempat menunjukkan sedikit budaya khas Indonesia berupa beberapa tarian, lagu daerah, dan juga bermain angklung. Terakhir, kita menyanyikan lagu “Baling baling bambu” ala doraemon bareng-bareng. Ternyata mereka baru nyadar kalo kami sangat menyukai kantung ajaib Doraemon yang endut itu. :-P

Intercultural Dialogue melalui pertukaran pemuda
Baca selengkapnya »

Ditulis oleh Agus MU pada 5 May 2008
8 Komentar
Kategori: Dunia Budaya, Dunia Pendidikan
Tags:

Sekilas tentang “Intercultural Dialogue”

Sekilas tentang “Intercultural Dialogue”Dalam rangka ikut menyemarakkan acara 60 tahun British Council Indonesia, mulai hari ini DuniaAnda akan membuat tulisan berseri tentang “Intercultural Dialogue”, salah satu misi yang diemban oleh British Council Indonesia. Apa itu “Intercultural Dialogue”? Coba deh kalian amati foto di samping? Apa yang pertama kali bisa kalian lihat dari foto itu? Perbedaan warna kulit? Senyum dan kebersamaan? Silahkan menafsirkan sendiri, sebuah foto kan bisa menyimpan seribu makna ;)

Sekilas tentang “Intercultural Dialogue”Foto tersebut adalah foto yang menghiasi cover Ubuntu 7.04 Feisty Fawn, sebuah distro linux yang sangat populer akhir-akhir ini. Dengan semboyan “linux for human beings”, tampaknya Ubuntu memang ingin agar dirinya dikenal di seluruh bangsa di dunia. Kenyataanya, Ubuntu berhasil menjadi distro linux yang paling banyak digunakan di dunia pada tahun 2007 kemarin. Berbagai forum/komunitas Ubuntu muncul di mana-mana. Nah, jika kalian perhatikan foto di atas sekali lagi, sengaja atau tidak sengaja, Ubuntu telah ikut menyampaikan pesan “Intercutural Dialogue” dalam setiap distribusinya. Betul tidak?!

Sekilas tentang “Intercultural Dialogue”Setiap manusia dilahirkan dengan penuh keunikan masing-masing. Tidak ada manusia yang dilahirkan sama persis meskipun dari dua orang yang terlahir kembar siam sekalipun. Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, masing-masing manusia juga akan memiliki perbedaan opini, perbedaan sudut pandang, dan juga perbedaan nilai. Perbedaan ini tidak hanya terjadi antar individu saja, melainkan juga terjadi antar kultur yang berbeda. Di sinilah “Intercultural Dialogue” diperlukan. Dialog sangat dibutuhkan untuk menyatukan berbagai perbedaan sudut pandang yang bisa saja terjadi karena perbedaan kultur yang terbangun di lingkungan masing-masing. Lingkungan bisa saja berada dalam lingkup sebuah suku, bangsa, pulau, hingga benua yang ada di dunia ini.

Baca selengkapnya »

Ditulis oleh Agus MU pada 28 April 2008
2 Komentar
Kategori: Dunia Budaya, Dunia IT
Tags: