Kontribusi British Council dalam Pengembangan Knowledge Economy di Indonesia

British Council & Knowledge EconomySetelah ngomong ngalor ngidul tentang knowledge economy, saatnya kita melirik berbagai project yang sudah dilakukan oleh British Council dalam pengembangan knowledge economy di Indonesia. Tahun ini British Council Indonesia merayakan ulang tahunnya yang ke-60. Jadi silahkan beri kritik dan saran yang membangun setelah kalian membaca ulasan di bawah ini.

Beberapa project British Council Indonesia yang berkaitan dengan knowledge economy adalah sebagai berikut:

Scholarship Management (Chevening)

Pada artikel sebelumnya, kita sudah mengetahui bahwa Chevening merupakan salah satu lembaga pemberi beasiswa dari Inggris. Program ini dibiayai oleh Foreign and Commonwealth Office (FCO) dan administrasinya dipegang oleh British Council, memberikan beasiswa ke lebih dari 2.300 international students setiap tahunnya untuk belajar di Inggris (UK). Sudah lebih dari 1.000 orang Indonesia yang menjadi penerima beasiswa British Chevening Awards sejak program ini dimulai tahun 1984.

Chevening - Scholarship Management
Baca selengkapnya »

Ditulis oleh Agus MU pada 30 June 2008
3 Komentar
Kategori: Dunia Budaya, Dunia Ekonomi, Dunia Pendidikan
Tags: , , , ,

Komersialisasi Pendidikan VS Knowledge Economy

Komersialisasi PendidikanSeperti yang sudah kita ketahui bersama, knowlegde economy berusaha menggunakan knowledge (pengetahuan) sebagai salah satu komoditas ekonomi. Dan yang namanya knowledge pastinya sangat erat kaitannya dengan pendidikan. Makanya tidak salah jika pendidikan juga menjadi salah satu bagian penting dari knowledge economy. Dan pantaslah jika banyak negara maju yang berpendapat bahwa keberhasilan dunia pendidikan termasuk faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

Itulah sebabnya kenapa saya sempat menulis tentang Berburu Beasiswa Kuliah S1, S2, dan S3 di Luar Negeri dan Kampus / Universitas Terbaik di Indonesia. Maksud awal saya hanyalah ingin berbagi mengenai pendidikan dalam kacamata knowledge economy. Namun, seorang pengunjung blog ini – Indra – berkomentar dan mengatakan kepada kami untuk “tidak ikut menyesatkan publik”. Ada apa gerangan? Ada yang salah dengan tulisan saya? Setelah browsing sana-sini, akhirnya saya menemukan bahwa banyak pihak yang beropini negatif terhadap metode ranking yang digunakan pihak GlobeAsia tersebut. Ah, lagi-lagi yang terangkat malah isu komersialisasi pendidikan yang semakin marak di Indonesia. Apakah knowledge economy akan selalu identik dengan komersialisasi pendidikan? Gimana ya?

Baca selengkapnya »

Ditulis oleh Agus MU pada 30 June 2008
7 Komentar
Kategori: Dunia Ekonomi, Dunia Pendidikan
Tags: , , ,

Belajar Bahasa Inggris, kenapa sulit banget yach?

Berhubung pekerjaanku seringkali berhubungan dengan klien bule, Bahasa Inggris menjadi sangat penting. Untungnya, pihak manajemen perusahaan langsung merespon positif dengan membuat kelas Bahasa Inggris selama 4 bulan bekerja sama dengan English First (EF). Kebetulan aku dapet kelas intermediate-advanced yang diajar oleh David, seorang native speaker dari Inggris. Orangnya asyik, gaul, humoris, dan bikin orang ketawa terus. Pokoknya belajar bahasa Inggris terasa nikmat banget dech. Kenapa tidak sejak dulu ya belajar Bahasa Inggris kayak gini?!?! Sayangnya, Rabu kemarin menjadi pertemuan terakhir kelas kami. Sedih rasanya, karena kami sadar, kemampuan Bahasa Inggris kami masih harus terus diasah lagi…

Kursus Bahasa Inggris Elnusa - EF

Pernah ngerasa bahwa bahasa Inggris itu sulit? Ah, aku juga pernah merasakan hal serupa. Sulit buatku, lebih sulit dari matematika, fisika, dan kimia. Kalo waktu sekolah dulu, ujian matematika aku masih bisa dapet 10, tapi kalo ujian bahasa inggris kayaknya mentok 8 deh. Berawal dari merasa sulit, akhirnya pelan-pelan berubah jadi tidak suka. Bahasa Inggris akhirnya menjadi pelajaran yang selalu coba kuhindari.

Setelah mau lulus kuliah, baru dech kerasa pentingnya Bahasa Inggris. Mau nyari kerja, kebanyakan tes dan wawancara dalam bahasa inggris. Mau kuliah S2 di luar negeri, kebanyakan mensyaratkan nilai TOEFL / IELTS minimal tertentu. Bahkan, untuk lulus dari kampus tercinta, harus lulus TOEFL minimal 450. Banyak juga temenku yang tertunda kelulusannya hanya karena nggak bisa Bahasa Inggris. Capek deh… Akhirnya dengan semangat membabi buta, ngebut deh belajar Bahasa Inggris. Untungnya, hasilnya nggak malu-maluin banget dech…

Lalu, apa sich yang bikin Bahasa Inggris sulit ?!?!?!

Baca selengkapnya »

Ditulis oleh Agus MU pada 26 June 2008
86 Komentar
Kategori: Dunia Pendidikan, Dunia Sastra
Tags: , , , , , ,

Dukung “Dongeng Geologi” untuk AAPG Geosciences in the Media Award

Siapa yang belum pernah membaca blog “Dongeng Geologi” asuhan pakdhe Rovicky? Blog ini mampu menjelaskan kepada kita fenomena kebumian, baik gempa bumi, tsunami, sampai urusan kenaikan BBM dengan bahasa sederhana dan sangat mudah dimengerti. Tidak salah jika Herman Darman, Presiden AAPG untuk Asia Pacific, di Belanda, menominasikan “Dongeng Geologi” untuk mendapatkan penghargaan dari AAPG (American Association of Petroleum Geologist). Pengen ikutan mendukung pakde Rovicky? Klik saja http://www.aapg.org/business/honors_awards/nominations/media.cfm

Dongeng Geologi (Rovicky)

ROVICKY DWI PUTROHARI

Rovicky brought a lot of Indonesian/ Southeastasian geology / petroleum geology related cases “down to earth” in his blog http://rovicky.wordpress.com/

The blog is prepared in Indonesian/Malay language which is used in Indonesia, Malaysia, Brunei and Singapore. The blog explained about the earthquake, tsunami, the mud volcano disaster in day-to-day language. He also put tips on what to do incase of earthquake and to avoid land slides.

The blog has been read by many people arround the world. The following website indicate the number of readers, and also locations of the blog visitors.

http://clustrmaps.com/counter/maps.php?url=http://rovicky.wordpress.com

This website/blog is a source of information for people who speaks Indonesian/Malay, located in Indonesia, Malaysia, Brunei and Singapore. The pictures are very universal and accepted by people who lived in Europe and USA.

Rovicky received local acknowledgement for his website. It trigger the government to work more to inform people about potential natural hazards. The government authorities has also ask peremission to use his blog as a information source for public/government website.

Ditulis oleh Tiara pada 6 June 2008
5 Komentar
Kategori: Dunia Blog, Dunia Pendidikan, Dunia Sains