Berburu Beasiswa Kuliah S1, S2, dan S3 di Luar Negeri

Beasiswa Luar NegeriSiapa sich yang nggak pengen kuliah di luar negeri? Bisa kuliah di luar negeri itu sendiri adalah sebuah kebanggaan yang luar biasa. Bayangkan setelah lulus kuliah dari luar negeri, kita bisa kembali ke negeri kita Indonesia tercinta dan berkontribusi lebih banyak untuk bangsa ini. Saya yakin proses alih teknologi dari negara maju ke Indonesia akan semakin cepat dan perekonomian bangsa ini akan semakin cepat berkembang jika banyak putra Indonesia yang berpikiran seperti ini.

Susah ndak ya kuliah di luar negeri? Sebenarnya tidak juga, begitu banyak peluang kuliah di luar negeri yang sudah tersedia, baik dengan biaya sendiri maupun beasiswa. Intinya, siapa saja yang mau berusaha mencari informasi pasti bisa mendapatkan peluang tersebut. Tulisan ini dibuat untuk semua orang yang mempunyai niat besar untuk sekolah di luar negeri namun belum tahu apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan beasiswa.

Baca selengkapnya »

Ditulis oleh Agus MU pada 5 June 2008
34 Komentar
Kategori: Dunia Pendidikan
Tags:

Kebangkitan Indonesia berawal dari pendidikan

100 tahun kebangkitan nasional

Beberapa hari yang lalu, tepatnya 20 Mei 2008, kita memperingati 100 tahun kebangkitan nasional. Hari yang cukup bersejarah bagi bangsa Indonesia. Seratus tahun lalu, Dr. Sutomo bersama sejumlah mahasiswa STOVIA mendirikan Budi Utomo, sebuah perkumpulan yang menjadi simbol kebangkitan Indonesia untuk lepas dari penjajahan. Mengutip cerita Ndorokakung, setahun sebelum berdirinya Budi Utomo, Dr Wahidin Sudirohusodo adalah tokoh kunci yang sengaja datang menemui para mahasiswa STOVIA. Beliau mengimbau agar para calon dokter bumiputra itu bekerja mengumpulkan dana untuk membantu anak-anak muda Jawa, agar mereka yang cerdas dapat masuk ke lembaga pendidikan Belanda.

Apa makna cerita tersebut? Jelas langkah Dr Wahidin yang berwajah damai dan bersikap arif tersebut menyiratkan makna bahwa kebangkitan Indonesia sudah semestinya berawal dari kebangkitan pendidikan. Melihat kondisi sekarang, tak perlu lagi kita menjelekkan bangsa sendiri dengan mengatakan Indonesia yang modern, tapi rakyatnya masih banyak yang miskin dan tingkat pendidikannya belum merata. Apalagi banyak gedung sekolah yang reyot, bahkan ambruk. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana caranya kita memperbaiki dunia pendidikan di Indonesia. Mari kita bangkit dan mengkampanyekan AYO SEKOLAH!!!

Baca selengkapnya »

Ditulis oleh Agus MU pada 22 May 2008
11 Komentar
Kategori: Dunia Pendidikan

Ayo Cegah Satwa Punah!

Cegah Satwa PunahCoba deh kita jujur pada diri sendiri. Kalau kita ditanya, berapa sich jumlah jenis satwa yang ada di Indonesia? “Pasti banyak…!” Pernahkan kalian menyangka bahwa Indonesia memiliki sekitar 300.000 jenis satwa atau sekitar 17% satwa di dunia ada di Indonesia, walaupun luas Indonesia hanya 1,3% dari luas daratan dunia. Benar-benar sungguh kaya bangsa kita!

Nah, kalau kita ditanya lagi, berapa sich jumlah jenis satwa yang punah dan terancam punah di Indonesia? “Mungkin banyak…!” Ndak usah mengelak lagi, kenyataan memang banyak sekali satwa yang punah di Indonesia. Bahkan, menurut IUCN (2003), jumlah jenis satwa Indonesia yang terancam punah adalah 147 jenis mamalia, 114 jenis burung, 28 jenis reptil, 91 jenis ikan, dan 28 jenis invertebrata (hewan tak bertulang belakang.) Apa kita tidak merasa malu? Ayo Cegah Satwa Punah sekarang juga!

Cegah Satwa Punah

Baca selengkapnya »

Ditulis oleh Agus MU pada 16 May 2008
6 Komentar
Kategori: Dunia Blog, Dunia Budaya, Dunia Cinta, Dunia Lingkungan, Dunia Pendidikan, Dunia Satwa

Dimensi lebih luas dari Intercultural Dialogue

School Link - Intercultural DiaogueSeperti yang sudah kami tulis sebelumnya, program Intercultural Dialogue bisa dikemas dalam bentuk pertukaran pemuda. Kekurangannya, hanya segelintir orang yang “beruntung” saja yang bisa menikmati program semacam ini. Sebelum terpilih mengikuti pertukaran pemuda, para kandidat harus melalui serangkaian tes terlebih dahulu. Pertanyaannya, apakah Intercultural Dialogue hanya bisa dilakukan dan dinikmati oleh mereka saja? Tentu saja TIDAK!

Intercultural Dialogue itu mempunyai dimensi yang sangat luas, tidak hanya terbatas untuk beberapa orang saja. Banyak cara untuk menjadikan Intercultural Dialogue bisa langsung dirasakan oleh banyak orang. Contoh menarik yang bisa diambil adalah program School Link. School Link merupakan program School(s)-to-School(s) Partnership antara sekolah di Indonesia dan sekolah di UK. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama dalam metode pembelajaran dan pengajaran. Kedua sekolah bisa saling berbagi dan berdiskusi melalui email, video conference, sharing project, dll. Selain itu, kesempatan sekolah untuk saling berbagi pengetahuan tentang tema tertentu menjadi sangat luas.

Baca selengkapnya »

Ditulis oleh Agus MU pada 10 May 2008
Belum ada komentar
Kategori: Dunia Budaya, Dunia Pendidikan
Tags: