Obrolan teman-teman akhir-akhir ini banyak tersita ke hal-hal yang berbau politik, maklum lah pemilu sebentar lagi. Yang paling anget diobrolin orang ya iklan PKS yang kontroversial itu…
Iklan PKS yang terbaru bertema Hari Pahlawan menampilkan tokoh & guru bangsa. Di urutan pertama, muncul foto Soekarno, lalu Soeharto, Ahmad Dahlan, Hasyim Asy’ari, M Natsir, M Hatta, Jenderal Sudirman dan Bung Tomo. Tentu saja foto Soeharto sudah pasti akan menjadi kontroversi. Siapa dia? pahlawan? guru bangsa? Ya, tinggal apakah kalian termasuk Soeharto fans club atau bukan. Ya setiap manusia pastinya punya kelebihan dan kekurangan masing2, termasuk Soeharto. Kalau dibilang dia punya banyak salah, iya, dibilang punya banyak jasa, juga iya… Tau ah gelap… Buat yang belum nonton iklannya bisa nonton iklannya berikut:
Bulan lalu, PKS juga mengeluarkan iklan yang bertemakan Sumpah Pemuda. Iklan-iklan ini pun menuai protes dari beberapa kalangan NU dan Muhammadiyah. Mereka “tidak rela” bahwa tokoh mereka (Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyari) digunakan tanpa ijin. Halah… Emang, tokoh Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyari sudah dipatenkan ya? Bukannya mereka itu tokoh-tokoh bangsa yang sudah jadi milik bangsa? Tau ah gelap lagi…
Malas berlama-lama di bawah sinar matahari?
Tidak juga dengan pertolongan topi atau payung?
Tidak cukup dengan kipas?
Kebutuhan pendingin ruangan kian tinggi?
Pagi terasa seperti siang yang menusuk?
Siang membuat dehidrasi?
Musim kemarau lebih panjang?
Demam berdarah dan malaria muncul dimana-mana?
Hujan deras tiba-tiba datang dan mengundang banjir?
Jawabannya, IYA bukan! Dekade 1990-an dan 2000-an adalah 10 tahun terpanas. Kenaikan suhu Bumi yang tidak wajar ini dikenal sebagai Global Warming atau Pemanasan Global. (sumber: Kampanye Earth Crisis, WWF Indonesia)
sumber: wikipedia
Kedua gambar di atas menunjukkan kenaikan temperatur permukaan bumi yang “tidak wajar” akhir-akhir ini. Apa yang menjadi penyebabnya?
Efek Rumah Kaca (Greenhouse Effect)
Efek Rumah Kaca (Greenhouse Effect) adalah salah satu fenomena yang dianggap sebagai penyebab terbesar dari Global Warming. Sebenarnya sich secara alami proses Efek Rumah Kaca sangat diperlukan untuk kehidupan di Bumi. Panel gas rumah kaca di atmosfer menangkap panas matahari agar tidak seluruhnya terlepas angkasa. Itulah sebabnya kenapa Bumi terasa hangat, tidak dingin dan beku. Masalah terjadi ketika konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer meningkat secara berlebihan. Akhirnya, gas rumah kaca malah menghalangi panas matahari yang seharusnya dikeluarkan. Segala sesuatu yang berlebihan itu pasti tidak baik.
Buat yang masih belum terlalu paham dengan Efek Rumah Kaca & Global Warming, bisa lihat animasi menarik berikut ini.
Akhirnya, BBM naik juga sebesar 30 %. Banyak rakyat yang merespon negatif kenaikan BBM ini. Sebagian kemudian melakukan demo kenaikan BBM di sana sini, ada yang murni dan ada juga yang ditunggangi, ada yang damai dan ada juga yang anarki. Duh, BeTe deh ngelihatnya, masa’ tiap hari demo melulu, kalau demonya model kayak begini terus ya mana mungkin BBM bakal diturunin lagi. Ya, emang sich, demo merupakan salah satu sarana untuk mengkritik kebijakan pemerintah. Terima kasih buat teman-teman yang sudah menunjukkan aspirasinya dengan melakukan demo yang tertib dan tidak mengganggu masyarakat sekitarnya. ;)
Tapi, sebagai warga negara yang baik, sudah sepantasnya kita juga harus tahu alasan pemerintah menaikkan BBM lagi. Nich, kita udah dapet nich slide dari pemerintah yang ditulis oleh Badan Kebijakan Fiskal – Departemen Keuangan RI. Disimak ya! Setelah membaca semuanya silahkan diresapi, bener ga sich apa yang diucapin pemerintah ini. Jika memang ga bener menurut kalian, kan lumayan bisa dijadiin bahan untuk demo selanjutnya :-D
Memang, semuanya terjadi karena dipicu oleh kenaikan minyak dunia yang semakin menggila entah ada konspirasi dunia atau tidak. Ya, sebagai negara yang memberikan subsidi BBM kepada rakyatnya, sudah pasti ada efek yang terasa.
Harga minyak internasional meroket naik, subsidi BBM membengkak, akhirnya defisit APBN semakin besar. Mau tidak mau subsidi BBM harus dikurangi dan membuat harga BBM mengalami kenaikan lagi. Sebuah logika sederhana yang sangat masuk akal dan sepertinya akan terjadi lagi karena harga minyak internasional meroket ke USD 117,00 akhir-akhir ini.
Ah, kalau ada apa-apa langsung dinaikkan, anak SD saja juga bisa melakukannya. Begitu celoteh salah seorang teman kami. Pendapat setiap orang boleh saja berbeda dan kita harus menghargai hal itu. Teman kami itu lalu menyebutkan beberapa hal yang kami pikir masuk akal juga. Salah satunya adalah permasalahan tentang bagaimana menurunkan biaya produksi karena biaya produksi BBM di negara kita termasuk cukup besar. Kenapa juga kita tidak menghentikan saja subsidi rekapitulasi BLBI demi keadilan rakyat. Sudah seharusnya, efisiensi anggaran menganut prinsip prioritas bukan main pukul rata dengan keberpihakan yang harus jelas pada kesejahteraan masyarakat.
Langkah lainnya yang mungkin bisa dilakukan adalah renegoisasi dan reschedulling utang luar negeri. Ah, utang lagi utang lagi yang dibahas. Kapan ya negara kita yang kaya ini bebas dari hutang. Akibatnya sebagian APBN habis buat bayar utang. Belum lagi kebiasaan kita gali lubang tutup lubang. Utang lama belum lunas sudah mikirin gimana caranya dapat utang baru. Capek deh…
Lalu bagaimana dengan kalian? Setujukah kalian kalau BBM naik lagi?