Dimensi lebih luas dari Intercultural Dialogue
Seperti yang sudah kami tulis sebelumnya, program Intercultural Dialogue bisa dikemas dalam bentuk pertukaran pemuda. Kekurangannya, hanya segelintir orang yang “beruntung” saja yang bisa menikmati program semacam ini. Sebelum terpilih mengikuti pertukaran pemuda, para kandidat harus melalui serangkaian tes terlebih dahulu. Pertanyaannya, apakah Intercultural Dialogue hanya bisa dilakukan dan dinikmati oleh mereka saja? Tentu saja TIDAK!
Intercultural Dialogue itu mempunyai dimensi yang sangat luas, tidak hanya terbatas untuk beberapa orang saja. Banyak cara untuk menjadikan Intercultural Dialogue bisa langsung dirasakan oleh banyak orang. Contoh menarik yang bisa diambil adalah program School Link. School Link merupakan program School(s)-to-School(s) Partnership antara sekolah di Indonesia dan sekolah di UK. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama dalam metode pembelajaran dan pengajaran. Kedua sekolah bisa saling berbagi dan berdiskusi melalui email, video conference, sharing project, dll. Selain itu, kesempatan sekolah untuk saling berbagi pengetahuan tentang tema tertentu menjadi sangat luas.
Sudah jelas bukan, School Link tidak hanya dirasakan oleh segelintir orang saja, melainkan satu sekolah. Jadi, proses Intercultural Dialogue bisa berjalan di seluruh komunitas tersebut. Semua bisa merasakan enaknya punya teman bule. Lha iya toh, anak sekolah kan pasti merasa keren kalau punya temen bule ;) Kalau anak bule gimana? Apakah mereka seneng punya temen-temen “katrok” & “ndeso” kayak kita? Tanya aja langsung :-P Bercanda ah!
Apakah sekolahmu belum pernah menikmati program School Link? Hubungi British Council di +62 21 515 5561 atau email ke information [at] britishcouncil.or.id.
Ingin merasakan proses Intercultural Dialogue dalam dimensi yang lebih luas lagi? British Council sudah memberi contoh lain kepada kita. Beberapa program Intercultural Dialogue yang difasilitasi British Council di Indonesia antara lain,
Basic Education Programme in Bintuni
Legal Reform
Community Facilitators Development Programme
Cultural Exchange
Kalau buat kami pribadi, Intercultural Dialogue bukan terfokus kepada sebuah program, melainkan semangat yang ada pada diri kita. Orang Padang ketemu orang Madura sebenarnya juga sudah merupakan proses Intercultural Dialogue dimana mereka mencoba saling mengerti, memahami, dan menghargai. Kami juga punya banyak teman bule dengan kultur yang berbeda. Rasanya asyik loh! Jadi, mulailah proses Intercultural Dialogue pada diri kita sendiri. Perbanyak teman! Karena punya banyak teman akan membuat mata kita terbuka bahwa dunia ini ternyata tidak sesempit daun kelor. ;)
Baca juga,- Belajar Cara NgeBlog Dapet Duit!!!
- Video Belajar Cari Duit Online Dengan Adsense
- Belajar Cara Buat Web Personal / Bisnis, Cepat dan Profesional
Kategori: Dunia Budaya, Dunia Pendidikan
Tags: BC Blog Competition - ICD


