Kontribusi British Council dalam Pengembangan Knowledge Economy di Indonesia
Setelah ngomong ngalor ngidul tentang knowledge economy, saatnya kita melirik berbagai project yang sudah dilakukan oleh British Council dalam pengembangan knowledge economy di Indonesia. Tahun ini British Council Indonesia merayakan ulang tahunnya yang ke-60. Jadi silahkan beri kritik dan saran yang membangun setelah kalian membaca ulasan di bawah ini.
Beberapa project British Council Indonesia yang berkaitan dengan knowledge economy adalah sebagai berikut:
Scholarship Management (Chevening)
Pada artikel sebelumnya, kita sudah mengetahui bahwa Chevening merupakan salah satu lembaga pemberi beasiswa dari Inggris. Program ini dibiayai oleh Foreign and Commonwealth Office (FCO) dan administrasinya dipegang oleh British Council, memberikan beasiswa ke lebih dari 2.300 international students setiap tahunnya untuk belajar di Inggris (UK). Sudah lebih dari 1.000 orang Indonesia yang menjadi penerima beasiswa British Chevening Awards sejak program ini dimulai tahun 1984.

EducationUK
Pengen belajar, sekolah, atau kuliah di UK? Website ini sudah selayaknya menjadi rujukan pertama kalian. Beragam informasi bisa kalian dapatkan mulai dari kesempatan beasiswa yang saat ini tersedia, Pilihan Studi, Saran untuk Studi, dan Tinggal UK. Ada juga informasi mengenai Prosedur Imigrasi UK untuk mempermudah pengurusan Visa untuk siswa internasional. Tuh, lengkap banget kan!

Primary Innovations Project
Project yang satu ini mencoba memberikan kontribusi positif kepada perubahan sosial melalui pengajaran Bahasa Inggris.

Creative Industries
British Council bekerja sama dengan industri kreatif dan stakeholder pemerintah Indonesia melalui sharing pengembangan world-class creative economy di UK supaya bisa diterapkan pula di Indonesia. Fokusnya adalah penguatan para creative enterpreneurs di Indonesia untuk dapat menghasilkan peluang, inovasi, dan kompetensi global. Beberapa programnya antara lain:
- Mapping Project
- International Young Creative Entrepreneur of the Year Awards (IYCEY)
- Creativity Showcase
- Creative Cities
Melihat wajah peserta IYCEY 2007 ini sepertinya saya tidak asing dengan wajah cowok (paling tengah) yang bergaya paling “katrok” di foto tersebut. Siapa dia? Oalah, ternyata dia adalah Wahyu Aditya, arek malang yang jadi Staf Ahli KDRI (Kementerian Desain Republik Indonesia). Wah, salut buat KDRI!!!
British Council juga membuat sebuah portfolio pengembangan industri kreatif di Indonesia untuk 3-5 tahun dalam bentuk Creativity’s Ecosystem Map.
Salah satu contoh Creative City yang terbentuk adalah Bandung yang terekam dalam Bandung Creative City Blog (BCC-Blog). Bahkan saat ini, Departemen Perdagangan RI melaporkan bahwa pertumbuhan industri kreatif di Indonesia mencapai 7.28% - lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi nasional. Industri ini berhasil menyediakan 4,5 juta pekerjaan; 1,5 juta usaha kecil dan menengah. Keren, kan!!!
Nah, bagaimana pendapat kalian mengenai proyek-proyek British Council di atas? Apakah proyek tersebut bisa berkontribusi nyata untuk pengembangan knowledge economy di Indonesia?
Kategori: Dunia Budaya, Dunia Ekonomi, Dunia Pendidikan
Tags: BC Blog Competition - KE, beasiswa, British Council, industri kreatif, knowledge economy








July 1st, 2008 at 1:52 am
sudah bagus…tapi kenapa sektor kesehatan dak tercakup dalam hal ini ya…atau emang tuk sektor economy saja?
July 2nd, 2008 at 11:36 am
Sepertinya kesehatan emang tidak termasuk cakupan knowledge economy dech mas…
August 11th, 2008 at 7:22 pm
ya mudah2an proyek2 nya sesuai dengan kebutuhan masyarakat indonesia.
btw kangen juga nih sama britcoun, dulu sering maen2 ke perpus nya di wijoyo centre..
tulisan terakhir dari blog Loker… Lowongan Kerja IT Support Bulan Agustus 2008 Di Samarinda DI PMA