Perkembangan Industri Kreatif di dunia
Pemerintah Inggris mendefinisikan industri kreatif sebagai “industri yang bersumber pada kreativitas, ketrampilan, dan talenta individual yang memiliki potensi untuk menciptakan lapangan kerja dan kemakmuran lewat penciptaan dan eksploitasi dari hak kekayaan intelektual”. Industri kreatif memang memiliki skala dan potensi yang sangat besar untuk ekonomi suatu negara. Berikut ini beberapa contoh studi kasus perkembangan industri kreatif di beberapa negara.
Inggris
Di Inggris, creative industry menyumbangkan sekitar 7.9% dari total GDP Inggris (2000) serta memiliki tigkat pertumbuhan yang tinggi, yaitu 9% (1997-2001), jauh di atas pertumbuhan sektor ekonomi lainnya (rata-rata 2.8%).
Amerika Serikat
John Howkins, dalam sebuah buku “The Creative Economy: How People Make Money from Ideas“, menuliskan bahwa ekonomi kreatif mampu menjadi penyumbang pendapatan negara Amerika Serikat senilai USD 960 juta di tahun 1999. Menurut data Entertainment and Media Outlook: Gaining Momentum yang dirilis PriceWaterhouseCoopers, disinyalir angka ini akan terus membengkak seiring pertumbuhan ekonomi kreatif Amerika sebesar 5,6% setahun.
Cina
Pemerintah Cina membangun 798 Space sebagai bagian dari Creative Industry Zone mereka karena ekonomi yang berbasis kreativitas sangat menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Kota hangzhou di China misalnya membangun Hangzhou Hi-Tech Industry Development Zone pada tahun 1990, yang sekarang menjadi pusat R&D Microsoft. Intel, Nokia Siemens Networks dan Samsung.
Singapura
Singapura memiliki target menggandakan prosentase kontribusi sektor ini terhadap Pendapatan Negara (GDP) dari kurang lebih 3% (tahun 2000) menjadi 6% (tahun 2001) serta berambisi untuk menjadikan Singapura sebagai creative hub yang utama di Asia. oleh karenanya, mereka meluncurkan 3 inisiatif, yaitu: Renaiisance City, Design Singapore, dan Media 21.
Bagaimana dengan Indonesia?
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), antara tahun 2002-2006, industri kreatif berkontribusi pada sekitar 6.3% GDP nasional. Angka yang lumayan dan harus terus digenjot melihat potensi industri kreatif di Indonesia yang sangat luar biasa. Tak salah jika pemerintah mencanangkan program Visit Indonesia 2008 untuk menggairahkan dunia pariwisata sekaligus industri kreatif di Indonesia. Berbagai event dilaksanakan sepanjang tahun, termasuk salah satunya Pekan Produk Budaya Indonesia 2008 yang berlangsung minggu lalu.
Kategori: Dunia Budaya, Dunia Ekonomi, Dunia Industri
Tags: BC Blog Competition - KE, industri kreatif





June 12th, 2008 at 5:49 pm
[...] tidak hanya dapat menjadi barrier di era modern saat ini, melainkan juga bisa berpotensi menjadi industri kreatif yang cukup [...]
June 16th, 2008 at 10:16 am
Maju terus Indonesia!!!